Pages

4/03/2010

Aikon 2, Si Robot Seniman Jago Bikin Sketsa Wajah Manusia


             Kemampuan menggambar bukanlah kemampuan yang dimiliki semua orang di bumi ini. Kalaupun bisa, mungkin hanya sekedarnya saja. Tapi rasanya kemampuan seperti itu memang terdengar awam karena banyak sekali kita temui orang-orang di sekitar kita yang dapat menggambar dengan baik sebuah objek. Nah, bagaimana yah kiranya kalau ada robot yang bisa menggambar?

              Itulah yang dikuasai oleh robot Aikon 2 yang mana robot ini terbilang robot dengan biaya eksperimen seadanya. Rancangannya juga masih cukup sederhana yang mana hanya berupa sensor kamera dan juga lengan robot yang mampu menggambar sesuai dengan objek visual yang diterimanya.

             Robot ini mampu mengenali detail wajah manusia dan menuangkannya di atas kertas. Lengan robot tersebut selanjutnya akan dengan lincah menari-nari di atas kertas dan membuat sketsa wajah orang yang berada di depan sensor kamera tersebut.



               Robot ini dikembangkan oleh tim riset di Universitas Goldsmiths, London. Robot ini baru pertama kali ditampilkan di muka umum pada acara London Kinetic Art Fair minggu lalu. Memang kelihatannya gambarnya masih belum sempurna, bahkan masih bisa dikatakan robot ini baru bisa menggambar sketsa kasar wajah manusia, namun tentu hal ini cukup menarik sekali untuk terus dikembangkan karena robot ini nantinya diharapkan bisa mengenali bentuk wajah manusia termsuk persepsi visual subjektif terhadap objek manusia, mengambarkan gerak tubuh, aktifitas kognitif serta perlu dilatih lebih lama lagi untuk menghasilkan kreasi gambar wajah yang lebih jelas.

            Dalam website resminya menekankan bahwa robot ini ditujukan agar bisa menggambar sesuai dengan gayanya sendiri. Bisa jadi butuh waktu yang lebih lama lagi untuk bisa mengembangkan robot ini ke depannya tapi tentu saja nantinya robot ini akan menjadi robot kelas seniman karena akan lebih digunakan untuk mengerjakan pekerjaan seorang seniman pada umumnya.
Ini videonya



sumber :www.beritateknologi.com

ZMP RoboCar G, Mobil Listrik Robotik Segera Hadir

               Jepang memang dikenal sebagai negara yang sangat antusias mengembangkan bidang robotik. Berbagai lembaga dan perusahaan di sana berlomba-lomba berinovasi dalam menghasilkan karya spektakulernya.

               Salah satu perusahaan asal Jepang, ZMP Inc, kini tengah mengembangkan produk robotik dan edukasi. Di samping memproduksi ZMP e-nuvo series, perusahaan tersebut juga menawarkan beberapa tipe robot. Tahun 2009 lalu, perusahaan tersebut meluncurkan prototipe RoboCar yang mana konsep tersebut kini dibuat lebih besar dengan 1 buah kursi di dalamnya, produk ini dinamai RoboCar G.




              Kabarnya pengembangan RoboCar G akan dilaksanakan hingga bulan November 2010 mendatang. Begitu pula mengenai harga produk ini belum ada bocoran sama sekali. Tunggu saja.

Berikut video mengenai ZMP RoboCar G


sumber :www.beritateknologi.com

DARPA Kembangkan Kamera Robot Mutakhir Terbaru

             Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Amerika baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk mendukung pengembangan tipe kamera video cerdas terbaru yang akan digunakan pada perangkat robot. Lembaga tersebut menyatakan bahwa instrumen ini dapat digunakan untuk memberikan robot sebuah persepsi rasa, yang akan membantunya merasakan keadaan sekelilingnya dengan lebih baik. Semua ini tentunya bisa dicapai melalui algoritma yang kompleks, tapi mesin-mesin tersebut masih belum dapat menciptakan “mental map” lingkungannya sendiri, dan mengingat tempat-tempat yang telah ada sebelumnya, menurut LiveScience.



               Proyek ini masih dalam tahap perencanaan seperti apa yang telah diumumkan DARPA, dalam arti bahwa tidak ada percobaan aktif atau belum ada developer yang dilibatkan sejauh ini. Untuk itu, selanjutnya institusi tersebut rencananya akan mengadakan suatu pertemuan perindustrian di Washington DC, pada tanggal 20 April mendatang. Pada pertemuan tersebut, berbagai perusahaan dan pusat penelitian tertarik untuk bekerja pada pengembangan kamera pintar yang akan disajikan bersama semua rincian rencana tersebut, dan para perwakilan dari institusi yang ada berharap menerima banyak minat bagi proposalnya, dan mungkin bahkan beberapa komitmen perusahaan.

               “Program Mind Eye berupaya untuk mengembangkan sebuah kemampuan dalam mesin yang saat ini hanya ada pada hewan: kecerdasan visual,” pernyataan DARPA resmi. Apa secara mendasar ini berarti bahwa sistem baru dibayangkan sebagai kemampuan dari penentuan alasan-alasan yang mendasari tindakan-tindakan yang dilihatnya. Ketika kita melihat seekor anjing berjalan, misalnya, kita tidak hanya mengamati anjing, tetapi begitu banyak data lain juga, seperti konformasi tubuhnya, mengapa tidak bisa hanya berjalan pada kedua kakinya, batas kecepatannya, keterbatasan dan keuntungannya serta sebagainya. Robot yang mengilhami dengan sistem berkemampuan pada tingkat kinerja yang sama adalah sangat-tugas yang sulit, dan salah satu yang kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang.

               Selaras dengan spesialisasinya, DARPA membayangkan menggunakan sistem baru untuk meningkatkan kemampuan pengamatan pada keberadaan kendaraan udara tak berawak atau Unmanned Aerial Vehicles (UAV). Mesin-mesin tersebut terbang di atas Irak dan Afghanistan, mengawasi sesuatu, dan menentukan zona risiko. Jika sistem mampu menyimpulkan bila seseorang menanam bom, dan ketika seseorang hanya melakukan tindakan sederhana secara rutin, maka jumlah korban yang terkait dengan perang-perang ini bisa dikurangi secara signifikan. Sistem ini juga dapat digunakan pada kendaraan darat tak berawak atau Unmanned Aerial Vehicles (UGV) juga. Dengan begini tentunya juga bisa berguna sebagai mesin yang beroperasi untuk menjinakkan bom.


Cobalah Memberi Maka Kau Akan di Beri

        Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Merecdes Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.

         Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti untuk menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

         Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di Sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan. Kata pria itu, “Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson.”



Wah, sebenarn ya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian mobil, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka. Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini..

         Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu. Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu.. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu.

          Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya. Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, “Dan ingatlah kepada saya.”

         Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

            Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

        Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran.

        Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.

         Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu.. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

        Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: “Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan sekarang. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: ‘Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu’.'”

         Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi. Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu.

         Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup. Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, “Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!”

       Ada pepatah lama yang berkata, “Berilah maka engkau diberi.” Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja!

Kirimkan kepada teman-teman anda!

Teman baik itu seperti bintang-bintang dilangit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada.


Pidato Menakjuban Anak 12 Tahun di Ruang Sidang PBB

      Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children's Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah
lingkungan.
       Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.
       Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization



      Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.
       Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.
      Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
      Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
       Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
       Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!
       Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
       Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.
       Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
      Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.
      Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.
         Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:
" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun "

Ini videonya :

YouTube – The girl who silenced the world for 5 minutes