Pages

5/28/2010

Menciptakan Rasa Percaya Diri, Mengatasi Minder

            Masalah pede alias rasa percaya diri tentu kita tau betapa besar pengaruhnya, betapa begitu berperan-nya dalam setiap interaksi kita dalam kehidupan sehari-hari . Gara-gara kurang pede banyak hal-hal besar terlewatkan , sebaliknya karena percaya diri banyak hal-hal besar diraih.

            Menggunakan kemampuan/skill tanpa percaya diri sama dengan berjalan tanpa arah ,karena itu artinya kita tak mengerti apa yang sedang kita lakukan.

2 hal yang menjadi akar masalah, mengapa orang tidak mampu tampil percaya diri adalah:
1. Tidak mengerti dan menyadari betapa unik dan berharganya dirinya
2. Terlalu mencemaskan apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya

Tidak mengerti dan menyadari betapa unik dan berharganya dirinya


           Pada point 1 di atas, bahwa setiap manusia adalah individu yang unik dan berharga, adalah fakta , setiap kesadaran jiwa manusia akan mengakui bahwa dirinya lebih berharga dari orang lain. Sebagi contoh , saya seorang lelaki yang tidak se-tampan dan se-kaya Tom Cruise , tapi jika Tuhan menawarkan saya "mau tidak jiwamu di tukar dengan jiwa-nya Tom Cruise/bertukar tubuh" , jawaban saya sudah jelas tak mau, dan saya yakin secara normal semua orang juga akan sependapat dengan saya.

Jika di formulakan secara rasio, kurang lebih seperti ilustrasi berikut :

- Tidak percaya diri/minder = Tidak menghargai diri sendiri = tidak men-syukuri kehidupan dan segala hal yang telah di berikan Tuhan Yang Maha Sempurna = Dosa = Salah

- Sesuatu yang nampak tidak nyaman dirasakan, bukan berarti tidak berharga, dan sebaliknya sesuatu yang nyaman dirasakan belum tentu berharga. Contoh :Olah raga adalah capek, tapi demi sehat banyak melakukannya dengan gembira - menyumbangkan uang kepada orang miskin adalah secara materi rugi, tapi banyak yang melakukan dengan bangga - korupsi adalah enak, tapi itu sama saja melukai hati nurani sendiri dan orang lain/hina, begitu juga dengan pelacur yang meski mendapat kepuasan seks juga dapat uang dengan nyaman, tapi hatinuraninya pasti tersiksa selain di rendahkan orang lain.

- Diri kita adalah unik, karena memang tak ada manusia lain yang menyerupai kita sepenuhnya, dan juga berharga, karena kehidupan adalah anugerah/bukan aib atau cela . semua yang merasa hidup dan menjalani hidup ini bertanggung jawab secara moral untuk menjunjung tinggi dan menghargainya.

Terlalu mencemaskan apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya

           Sadarilah bahwa sesungguhnya kita semua hanya bertanggung-jawab terhadap apa yang ada di kepala kita, bukan apa yang ada di kepala orang lain. Orang lain akan menganggap anda sebagai mana anda menganggap diri anda , Jika anda menampilkan diri sebagai individu yang berharga ,maka orang lainpun akan menghargai anda, dan sebaliknya, jika anda merendahkan diri anda sendiri (minder), orang lain-pun akan merendahkan anda.

            Seperti halnya "saya" di blog kata-kata motivasi ini, saya menuliskan sharing saya dengan apa adanya dan segenap rasa percaya diri kepada semua pembaca di dunia internet, meskipun saya bukan seorang psikiater ataupun seorang professional motivator , hal itu karena saya memahami apa yang saya lakukan, bahwa saya merasa memiliki sesuatu yang berharga untuk di bagikan kepada orang lain . Tidak mesti menjadi seorang pakar dahulu untuk berbagi , dan saya juga tidak mencemaskan apa yang ada di pikiran pembaca yang mungkin lebih memahami tentang pengetahuan motivasi diri. Karena saya mengerti bahwa tidak ada karya yang sempurna, tidak pula ada penilaian yang sempurna , karena disini kita bukan berbicara kesempurnaan ,tapi "manfaat bersama" .

          Orang lain tidak akan peduli seberapa pintar dan hebat-nya diri anda yang sebenarnya, juga tidak peduli seberapa bodoh dan buruknya diri anda, tapi orang lain akan lebih peduli jika anda bisa memberikan atau menampilkan sesuatu yang pantas dihargai.

           Dalam berkomunikasi/ngobrol/berbicara , juga berlaku prinsip yang sama, bahwa orang lain tidak peduli seberapa banyak yang anda tau, tapi mereka lebih peduli apa manfaatnya mendengarkan apa yang anda katakan.

- Artikel santai, Menciptakan rasa percaya diri, mengatasi minder dalam bersosialisasi -


5/25/2010

Rangkaian Charger Otomatis LM555

Buat temen – temen yang hobi banget dengan elektronika…Ni ku kasih skematik charger otomatis….bisa di coba deh…Q udah nyoba hasilnya pun tak mengecewakan.Pokoknya gak kalah deh sama buatan pabrik….hi..hi…
Prinsip kerjanya sederhana, bila baterai kosong maka led akan menyala menandakan baterai sedang diisi.
Bila baterai telah penuh maka led akan mati menandakan rangkaian berhenti menyalurkan arus. Bila baterai yang akan diisi berkapasitas 3v6 maka zener diodenya menggunakan zener 3v3. Bila dipakai mengisi baterai 6v maka zener 5v6 yang dipakai. Waktu pengisian hingga penuh antara 2-3 jam.
Perhatian: sambung baterai kerangkaian terlebih dahulu baru nyalakan. Bila tidak maka otomatisasi tidak berjalan. VR untuk menset kapan baterai berhenti mengisi bila penuh. Dengan voltmeter (tanpa baterai tersambung) set ke 4v.

5/18/2010

Doa untuk si Mayit

Dalam perjalanannya menuju mesjid, Iring-iringan jenazah melewati seorang badui. Pemandangan ini membuat si badui merenung sejenak.

"Aku akan ikut sholatkan jenazah itu agar bila aku mati nanti orang juga tak segan menyolatkan aku," pikir si badui.

Ia lalu mengikuti iringan jenazah itu memasuki mesjid. Setelah menyolatkan, ia kembali mengurus kerjaannya.Malam harinya sang imam mimpi bertemu dengan si mayit. Ia tampak sangat bahagia.

"Bagaimana keadaanmu," tanya sang imam."Alhamdulillah, Allah telah mengampuni dosa-dosaku berkat doa si badui."

Keesokan harinya sang imam mencari si Badui. Setelah bertemu, ia bertanya, "Doa apa yang kau baca sewaktu sholat jenazah kemarin."

"Aku tidak membaca apa-apa," kata si Badui."Semalam aku mimpi bertemu dengan mayit yang kita sholatkan kemarin. Ia bercerita bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosanya berkat doamu."

"Aku tidak berdoa apa-apa. Aku hanya berkata: Ya Alloh, sekarang ia adalah tamu-Mu. Kalau tamuku, tentu akan kusembelihkan seekor kambing."

KITA INI PENGIKUT SIAPA?

Para salaf kita sangat tekun mengamalkan sunah dan salat malam. Habib Segaf bin Muhammad Assegaf berkata, "Aku tidak pernah meninggalkan qiyamullail sejak usia 7 tahun." Dalam Risalatul Qusyairiyah seorang saleh berkata, "Sejak usia 3 tahun, aku tidak pernah meninggalkan qiyamullail."

Di masa kanak-kanaknya, Abu Yazid Al-Busthami belajar mengaji Quran pada seorang guru. Suatu saat ia sampai pada firman Allah: "Hai orang yang berselimut, bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), yaitu seperduanya atau kurangi sedikit dari seperdua itu." (QS Al-Muzzammil, 73:1-3)

Sepulangnya dari belajar, ia bertanya kepada ayahnya, "Ayah, siapakah orang yang diperintahkan oleh Allah untuk bangun malam?" "Anakku, beliau adalah Nabi Muhammad SAW. Aku dan kamu tidak mampu meneladani perbuatan beliau," jawab ayahnya. Abu Yazid terdiam.

Pada pelajaran berikutnya, ia membaca ayat: Dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. (QS Al-Muzzammil, 73:20)
Sepulangnya dari belajar, ia bertanya lagi kepada ayahnya.
"Siapakah yang bangun malam bersama Nabi SAW?"


"Anakku, mereka adalah sahabat-sahabat beliau."
"Ayah, jika kita tidak seperti nabi dan tidak pula seperti sahabat-sahabat beliau, lalu kita ini seperti siapa?"

Mendengar ucapan ini, tergeraklah hati sang ayah untuk bangun malam. Hari itu juga, ia mulai salat malam. Si kecil Abu Yazid ikut bangun.
"Tidurlah anakku, engkau kan masih kecil," bujuk ayahnya.
"Ayah, ijinkanlah aku salat bersama ayah, kalau tidak, aku akan mengadukan ayah kepada Tuhanku," jawabnya.
"Tidak demi Allah, aku tidak ingin kamu mengadukan aku kepada Tuhanmu. Mulai malam ini salatlah bersamaku."

Abu Yazid selalu bermujahadah hingga ia mencapai kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Pernah diriwayatkan bahwa suatu hari ia berkata, "Barangsiapa mengetahui namaku dan nama ayahku akan masuk surga." Nama Abu Yazid dan ayahnya adalah Thoifur bin Isa.

Tingkat ketekunan
menentukan derajat ketinggian.
Siapa ingin kemuliaan
janganlah tidur malam.

Barang siapa bersungguh-sungguh, ia akan memperoleh yang diinginkan. Barangsiapa mengetuk pintu, ia akan masuk. Barang siapa menempuh perjalanan, ia akan sampai dan akan menganggap kecil apa yang telah dikorbankan.

Penuntut ilmu hendaknya bangun sebelum fajar, walaupun hanya setengah jam sebelumnya. Jika ia bangun setelah fajar, maka setan telah kencing di telinganya. Dan barang siapa telinganya dikencingi setan, ia akan memulai harinya dengan perasaan malas. Syeikh Ahmad bin Hajar berkata bahwa setan benar-benar telah mengencingi telinga orang itu, namun ia tidak wajib menyucikannya karena kejadian itu bersifat batiniah.

--------------------
Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul

Asyraf, Kisah dan Hikmah

Sumber : adiensatria.webng.com

SIKAP WARA' MENGUNTUNGKAN

Jangan sekali-kali berpikir bahwa orang yang sempurna adalah orang yang mengenakan imamah terbaik dan pakaian mewah. Akan tetapi orang yang sempurna adalah yang menjauhi maksiat, menekuni wirid-wirid, beramal saleh, dan menuntut ilmu dengan penuh adab, karena ilmu akan menuntun pemiliknya mencapai kemuliaan.

Abdullah bin Mubarak suatu hari berkata, "Aku akan mengerjakan perbuatan yang akan membuatku mulia." Ia lalu menuntut ilmu hingga menjadi seorang yang alim. Waktu ia memasuki kota Madinah, masyarakat berbondong-bondong menyambutnya hingga hampir-hampir saja mereka saling bunuh karena berdesak-desakan. Ibu suri raja yang kebetulan menyaksikan kejadian itu bertanya, "Siapakah orang yang datang ke kota kita ini?"

"Ia adalah salah seorang ulama Islam," jawab pelayannya.


Ia kemudian berkata kepada anaknya, "Perhatikanlah, bagaimana masyarakat berbondong-bondong mendatanginya. Raja yang satu ini tidak seperti kamu. Kamu, jika menginginkan sesuatu, harus memerintah seseorang untuk melakukannya. Tetapi, mereka mendatanginya dengan sukarela."
Abdullah sesungguhnya adalah anak seorang budak berkulit hitam bernama Mubarak. Budak ini betisnya kecil, bibirnya tebal dan telapak kakinya pecah-pecah. Walaupun demikian, ia adalah seorang yang sangat wara`. Ke-wara'-annya ini akhirnya membuahkan anak yang saleh.Mubarak bekerja sebagai penjaga kebun. Suatu hari tuannya datang ke kebun.

"Mubarak, petikkan aku anggur yang manis," perintah tuannya.
Mubarak pergi sebentar lalu kembali membawa anggur dan menyerahkannya kepada tuannya.
"Mubarak, anggur ini masam rasanya, tolong carikan yang manis!" kata tuannya setelah memakan anggur itu.

Mubarak segera pergi, tak lama kemudian ia kembali dengan anggur lain. Anggur itu dimakan oleh tuannya.
"Bagaimana kamu ini, aku suruh petik anggur yang manis, tapi lagi-lagi kamu memberiku anggur masam, padahal kamu telah dua tahun tinggal di kebun ini," tegur tuannya dengan perasaan kesal.

"Tuanku, aku tidak bisa membedakan anggur yang manis dengan yang masam, karena kamu mempekerjakan aku di kebun ini hanya sebagai penjaga. Sejak tinggal di sini aku belum pernah merasakan sebutir anggur pun, bagaimana mungkin aku dapat membedakan yang manis dari yang masam?" jawabnya.

Tuannya tertegun mendengar jawaban Mubarak. Ia seakan-akan memikirkan sesuatu. Kemudian pulanglah ia ke rumah.
Pemilik kebun itu memiliki seorang anak gadis. Banyak pedagang kaya telah melamar anak gadisnya.

Sesampainya dirumah, ia berkata kepada istrinya, "Aku telah menemukan calon suami anak kita."
"Siapa dia?" tanya istrinya.
"Mubarak, budak yang menjaga kebun."
"Bagaimana kamu ini?! Masa puteri kita hendak kamu nikahkan dengan seorang budak hitam yang tebal bibirnya. Kalau pun kita rela, belum tentu anak kita sudi menikah dengan budak itu."
"Coba saja sampaikan maksudku ini kepadanya, aku lihat budak itu sangat wara' dan takut kepada Allah."

Kemudian sang istri pergi menemui anak gadisnya, "Ayahmu akan menikahkanmu dengan seorang budak bernama Mubarak. Aku datang untuk meminta persetujuanmu."

"Ibu, jika kalian berdua telah setuju, aku pun setuju. Siapakah yang mampu memperhatikanku lebih tulus daripada kedua orang tuaku? Lalu mengapa aku harus tidak setuju?"
Sang ayah yang kaya raya itu kemudian menikahkan anak gadisnya dengan Mubarak. Dari pernikahan ini, lahirlah Abdullah bin Mubarak.
Quthbul Irsyad Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam qosidah Ainiyah-nya memuji Ibnul Mubarak. (I:78)

------------------------------
Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul

Asyraf, Kisah dan Hikmah